Testimonials
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
  • Testimonial
Registration

Social Media

Facebook:
http://www.facebook.com/UbayaOfficial

Twitter:
@UbayaOfficial

WhatsApp:
081235000700

Email:
humas@ubaya.ac.id

Telp:
031 298 1000/1005

Blackberry PIN:
28118501

Statistics
029788
TodayToday39
YesterdayYesterday93
This WeekThis Week132
This MonthThis Month2085
All DaysAll Days29788
Guests 1

Duta UBAYA

Spektakuler Talkshow Spektra oleh UKKI Universitas Surabaya

 

 

Lagi lagi dan lagi UKKI memberikan suatu nuansa yang berbeda untuk skala kampus. Seminar dan Talkshow yang terselenggara pada hari rabu, 1 Mei 2013 untuk memperingati hari pendidikan tersebut membuat banyak audience menitikkan air mata.

Khususnya pada sesi talkshow, dengan tema “Meski ku tertatih ku gapai impianku”. Talkshow ini menceritakan bagaimana suatu keterbatasan itu tidak ber-hak untuk mengganjal impian kita. Talkshow dimeriahkan oleh bapak Didit selaku pemilik Sanggar Alang-alang yang membawa anak-anak bangsa-nya untuk unjuk gigi membawakan beberapa lagu, ada pula bapak Abdul Hamid perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa TImur, lalu tak kalah pamornya pula ada Ibu Nani selaku Dekan Fakultas Farmasi Ubaya, serta seorang lagi yang tak kalah dahsyat dari ketiganya yaitu Abdul Qodir seorang anak yatim penerima beasiswa S-2 gratis

Sesi Talkshow banyak mengulas tentang kehidupan anak-anak jalanan,, uupss!!. “jangan sebut mereka anak jalanan tapi sebutlah anak bangsa”, tukas bapak Didit. Ke empat pembicara ini saling mengutarakan segala opininya tentang bagaimana mensejahterakan anak bangsa tersebut. “Dari pemerintah sendiri belum ada program untuk membantu anak bangsa itu sendiri.” Kata bapak Abdul Hamid. Betapa mirisnya negeri ini, karena apa ? banyak potensi pada anak-anak bangsa tersebut. Tinggal bagaimana kita mendidiknya dan memberikan ruang untuk berkarya bagi anak-anak itu, “intinya kita berusaha dan melakukan yang terbaik bagi anak-anak itu, seterusnya kita pasrahkan kepada allah”. Mendalam sekali perkatan bapak Didit.

Selain adu opini diantara 4 pemateri tersebut, sesi talkshow dimeriahkan dengan penampilan The Seekers. Siapa itu The Seekers ? The Seekers merupakan band dari internal UKKI sendiri. Tak hanya itu, hiburan juga diberikan dari anak-anak bangsa dari Sanggar Alang-Alang. Dua hiburan tersebut sangat memukau audience, terlihat raut wajah kagum serta berkaca-kacanya bola mata para audience.

Terus , apa yang menyebabkan audience menitikkan air mata ? ini dia. Pada samping kiri dan samping kanan audience terdapat kain sepanjang 6m x 1m. Kain tersebut salah satunya berisi tentang impian anak-anak bangsa, “selamat datang Bu Walikota”. Salah satu harapan dek Irham. Siapa pula yang tak merasa iba dan terharu tentang tulisan-tulisan impian mereka. Adanya pemutaran video semakin mengheningkan ruangan tersebut, yang terdengar hanyalah isakan sedu tangisan para audience. Video ini berisi peliputan saat anak-anak bangsa ini menuliskan impiannya dikain sebesar 6m x 1m.

“Acara ini bagus dan memberikan perhatian terhadap hal-hal kecil seperti hari pendidikan nasional ini. Seharusnya kita lebih peduli tentang hal-hal kecil seperti ini dimulai dari diri kita dan lingkungan kita dulu untuk merubah anak-anak bangsa tersebut.” Ungkap Ketua MPM Lawer selaku pemberi sambutan.

Sesi kedua merupakan Seminar, yang di isi oleh master John Robert Power yaitu Bapak Johny Rusdiyanto, MM. seminar yang bertemakan “Kupas Rahasia Kepribadian Si Mahasiwa Super”. Para audience membenarkan posisi duduknya karena mereka sudah tidak sabar terbawa suasana super ini.

Hal itu tergambar dari antusias para audience dengan cepatnya jari-jari mereka menulis hal-hal penting yang Pak Johny ungkapkan. Diselingin dengan beberapa jokes agar suasana tetap kondusif. Penyampaian yang santai beriringan dengan video yang tak ada duanya. “Saya tidak salah mengikuti acara ini karena acara ini memang memiliki nilai manfaat yang tinggi.” Tukas Salah satu audience.

Setidaknya Talkshow dan Seminar ini berjalan sesuai keinginan UKKI untuk menekankan kepedulian khususnya mahasiswa terhadap hal-hal kecil di sekeliling mereka. Apabila hal itu dapat terlaksana tentunya akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang berakhlak dan berintegrasi. Salah satu dari 3 rangkaian acara Spektra Show ini terbilang sukses. Tidak berhenti disini pula kreatifitas dan inovasi UKKI untuk mewujudkan sebagai UKM terbaik di Ubaya. -aut

 

 

Last Updated ( Thursday, 16 May 2013 10:03 )

 

Kunjungan SMA Gloria 2 ke Kantor Hubungan Internasional Ubaya

Haloo sahabat duta Ubaya, kali ini ada kunjungan dari teman teman dari SMA Kristen Gloria 2 Surabaya, tiba di Ubaya sekitar jam 9 Pagi, ada dua bis yang dipakai untuk mengantar para siswa.

Didampingi para guru, salah satunya guru BK dan 3 orang guru pelajaran, sesampainya di Ubaya, mereka langsung menuju ke gedung Hubungan Internasional, tempat dimana banyak perguruan tinggi di luar negeri yang bekerja sama dengan Universitas Surabaya.

Mereka datang untuk mengetahui bagaimana rasanya berkuliah di luar negeri, beberapa pembicara datang mewakili masing masing negara ada dari DAAD() merupakan perwakilan Jerman, Ada Taiwan Education Center Indonesia, AMINEF (America Indonesian Exchange Foundation) dari Amerika dan yang terakhir dari UBAYA yaitu program internasional untuk Information Technology, Professional Accounting(PA), International Business Networking(IBN).

Presentasi di awali oleh negara Jerman yang notabene merupakan negara yang terkenal dengan fakultas tekniknya, di negara sana banyak sekali dilahirkan penemu-penemu. Demikian pula banyak perusahaan terkenal berasal dari sana antara lain: Adidas, BMW, BASF, SAP, Audi dan masih banyak lagi, sehingga banyak siswa yang kagum dengan negara ini.

Dilanjutkan dengan perwakilan dari Taiwan, yang terkenal dengan budaya warganya yang sungguh luar biasa, baik dalam mengantri, menggunakan transportasi kereta listrik, dan sebagainya. Di Taiwan juga menawarkan jajanan malam, dimana di sepanjang jalan menjual makanannya. Para siswa yang ingin melajutkan studi ke Taiwan tak perlu kuatir bila tidak bisa berbahasa mandarin, karena disana menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa untuk edukasi, namun apabila ingin belajar bahasa mandarin di sana di sediakan tenaga pengajar.

Kemudian dari negara Amerika, yang diwakili oleh Aminef, para siswa dapat memilih berkuliah dimana saja sesuai minat dari siswanya. Selama presentasi dijelaskan bahwa di negara Amerika di bagi menjadi Negara Bagian yang memiliki masing masing iklim, jadi selain memilih universitas yang diinginkan kita perlu melihat iklim tiap-tip negara bagian, ada yang tropis, dan juga ada yang bersalju.

Dan yang terakhir dari program internasional dari Ubaya, dimana para siswa yang memilih program inin akan mendapatkan pengalaman kuliah di Luar negeri dan Indonesia, yaitu program dual degree, dan juga mendapatkan gelar dua, yaitu Bachelor dan Sarjana, seperti ada peribahasa sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Selain itu pengalaman yang didapatkan sungguh luar biasa, saat berkuliah di luar negeri, para mahasiswa akan belajar bersama orang luar negeri dari seluruh penjuru dunia, dan itu akan menambah kehidupan sosial kita, menambah teman teman baru, mempelajari budaya negara lain.

Jadi tunggu apa lagi,bagi  teman teman yang ingin mendapatkan pengalaman berkuliah di luar negeri bergabunglah dengan UBAYA, dan untuk informasi lebh lanjut untuk DAAD, AMINEF, Taiwan Education Center Indonesia bisa datang ke kantor mereka di Gedung Hubungan Internasional Universitas Surabaya. Demikian kunjungan dari SMA Gloria 2 Surabaya, semoga informasi berkuliah di luar negeri menambah wawasan untuk melanjutkan studi.

 

The Adventure at Journalistic Park

 

Keren, itulah kata pertama yang keluar dari para anak SMA. Acara ini merupakan pelatihan jurnalistik (Pelatjur) untuk Siswa Siswi SMA se-Jawa Timur, acara ini diadakan oleh Warta Ubaya bekerja sama dengan harian KOMPAS. Acara ini berlangsung selama 3 hari dari tanggal 29 April – 31 Mei, di sini para peserta dibekali dengan workshop yaitu bagaimana teknik peliputan, layout, bahkan dimotivasi untuk menjadi seorang citizen journalist (jurnalis warga).

Pelatihan ini dihadiri 22 SMA/SMK, setiap peserta di bentuk sebuah kelompok, dan memiliki anggota yang berbeda sekolah satu antar yang lain, dengan ini akan banyak menambah teman-teman baru,  seperti kata Stefanny dari SMA K Stanislaus, kelas X.

Tidak hanya diberi teori, selama pelatjur, peserta juga melakukan praktek langsung dalam pembuatan sebuah majalah digital dan tiap tiap kelompok wajib membuat 1 majalah digital kreasi. Karena dalam pembelajaran lebih muda mengerti bila melakukan praktek secara langsung daripada belajar teori terus.

Selain workshop peserta juga diajak untuk mengikuti rally campus, berkeliling di dalam Universitas Surabaya, juga bermain permainan yang sudah dipersiapkan oleh Panitia. Menurut salah satu peserta bernama Ryan Halim dari SMA K M.G.R Soegijapranata Pasuruan, Universitas Surabaya lingkungannya asri, fasilitasnya juga lengkap, terlebih lagi disini Ryan dapat memahami dan mengerti arti multikultural tyang sebenarnya.

Dan pada hari puncak dari Pelatjur ini, tiap kelompok wajib mempresentasikan majalah yang mereka sudah buat selama 2 hari dengan workshop-workshop sebelumnya. Setiap kelompok berkompetisi untuk menjadi yang terbaik. Peserta juga didorong kreativitas nya, dalam apreasi seni, tiap peserta wajib menampilkan sebuah pertunjukan, sehingga semakin mempererat kebersamaan mereka.

Last Updated ( Thursday, 02 May 2013 16:53 )

 

Ubaya Accounting Warriors menumpuk koleksi piala juara

 

 

Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh Ubaya Accounting Warriors dengan memboyong 5 piala dari 6 lomba terakhir yang diikuti. Prestasi pertama diawali dengan keikutsertaan tim Ubaya pada Kompetisi Akuntansi yang diselenggarakan oleh Kantor Akuntan Publik nomor 1 di dunia yaitu Pricewaterhouse Coopers. Suatu kebanggaan bagi Universitas Surabaya sebab lomba ini hanya boleh diikuti 12 Universitas yang mendapat undangan khusus, Ubaya merupakan salah satunya dari 2 Universitas di Surabaya yang mendapat kehormatan. Tim Ubaya yang diwakili oleh Niki Jayanthi, Stephanie Susilo, Ivana Susilo dan Jeffry Winarto dapat meraih Juara 1

Di bulan Desember 2012, tim lomba akuntansi berhasil mengharumkan nama Ubaya di Universitas Trisakti dan Universitas Bina Nusantara. Perwakilan Ubaya di Universitas Trisakti ( Niki Jayanthi, Stephanie Susilo dan Yan Christianto Setiawan ) berhasil mempertahankan piala juara bergilir tahun lalu dengan kembali meraih Juara 1.  “ Lomba tersebut bukanlah lomba yang mudah di tengah sibuknya aktivitas dari setiap personil tim Ubaya. Di tengah persiapan sidang skripsi yang saya dan Stephanie lakukan dan aktivitas padat kami, kami masih dapat mempertahankan piala bergilir dan mengharumkan nama Ubaya. Terima kasih untuk doa dan bantuan yang diberikan oleh dosen akuntansi dan teman-teman.” ujar Niki.

Prestasi Ubaya tersebut berlanjut di Turnamen Akuntansi Nasional Universitas Bina Nusantara (BNAT) XX. Pada lomba ini Ubaya mengirim tim yang terdiri dari Yan Christianto Setiawan, Melina Kurniawan, dan Lisia Gandhatama.  Di lomba ini tim Ubaya memperoleh Juara 2 setelah menyisihkan beberapa universitas ternama seperti STIE Trisakti, Universitas Parahyangan, Universitas Tarumanagara, dll. Lomba ini merupakan penutup yang manis bagi prestasi Ubaya Accounting Warriors di semester gasal 2012-2013.

Di tahun 2013, prestasi Ubaya Accounting Warriors diawali di Universitas Padjajaran, Bandung pada bulan Februari. Tim Ubaya tersebut beranggotakan Niki Jayanthi, Yan Christianto Setiawan, dan Adrian Himawan Santoso. Setelah melewati babak penyisihan, semifinal ( debat dan presentasi ), dan diakhiri dengan sudden death pada babak final, Ubaya berhasil mendapatkan juara 2 di NAW (National Accounting Week) 2013.

Berlanjut di bulan Maret 2013, Ubaya mengikuti 2 perlombaan dalam 1 minggu di 2 kota berbeda yaitu Jakarta dan Yogyakarta. Di Universitas Tarumanagara Jakarta, delegasi Ubaya ialah Yan Christianto Setiawan, Adrian Himawan Santoso dan Melina Kurniawan. (); Yan Christianto Setiawan, Melina Kurniawan dan Lisia Gandhatama (Universitas Atmajaya, Yogyakarta). Meskipun di tengah padatnya jadwal perkuliahan dan asistensi, mahasiswa jurusan akuntansi angkatan 2010 tersebut dapat memberikan perjuangan terbaik mereka untuk mengharumkan nama Ubaya khususnya Fakultas Bisnis dan Ekonomika. Hal tersebut terlihat dari tim Ubaya yang memperoleh juara 2 di Accounting Challenge yang diadakan oleh Universitas Tarumanegara. Lomba tersebut diikuti oleh banyak universitas terkenal di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Universitas Tarumanagara, STIE Trisakti, dll. Seperti apa lomba Untar di mata tim Ubaya? “ Lomba Untar selalu terkenal dengan soalnya yang sulit dan rumit. Tidak hanya itu, hampir di setiap babaknya adalah cepat tepat yang perlu kecepatan mencerna soal, menghitung dan berkoordinasi. Lawan-lawannya juga tidak mudah, banyak universitas besar dan terkenal yang mengikuti lomba bergengsi ini“ jawab Yan.

Tak berhenti sampai di sini, Ubaya juga mendapat peringkat ke-4 dalam lomba yang diadakan oleh Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Tahun ini merupakan tahun pertama Ubaya mengikuti kompetisi tersebut. Di setiap babaknya, Ubaya selalu berada pada posisi 3 besar dan diakhiri dengan posisi 4. Semoga prestasi-prestasi yang telah diraih ini dapat terus membangkitkan motivasi dan semangat dari Ubaya Accounting Warrios untuk terus mengukir prestasi di perlombaan nasional. Viva FBE! Viva Ubaya!

Oleh : Aurelia Carina Sutanto

 

Last Updated ( Thursday, 02 May 2013 16:00 )

 

Waktu yang Singkat Tetapi Berkesan Bersama SMA Karang Turi

Hai sobat setia blog Duta UBAYA, Kampus UBAYA kembali dikunjungi oleh teman-teman dari SMA nih. 15 Maret 2013, kami kedatangan tamu spesial dari SMA Karang Turi, Semarang.

Rombongan dari SMA Karang Turi berjumlah sekitar 40 orang siswa dan seorang guru BK, Bapak Febiyo yang mendampingi mereka dalam rangkaian kampus tour. Kampus tour ini merupakan program yang diadakan setiap tahun oleh SMA Karang Turi untuk siswa-siswi kelas XI supaya mereka mempunyai gambaran yang jelas mengenai perkuliahan beserta fasilitas setiap kampus yang dikunjungi.

Sesampainya di UBAYA, teman-teman SMA KarTur (Karang Turi) diajak keliling kampus (rally campus) dengan dibagi menjadi beberapa tim dan setiap tim dipandu oleh seorang Duta UBAYA. Saat rally campus mereka diberi penjelasan yang berisi informasi singkat mengenai kampus UBAYA dan kegiatan perkuliahan di UBAYA. Para pendamping rally campus adalah Hans, Cynthia, Devina, Yohana, Stevie, Marcella yang tergabung dalam organisasi Duta UBAYA yang setia menemani dan menyampaikan informasi seputar UBAYA.

Last Updated ( Monday, 18 March 2013 11:24 )

 

SMAK TNH Mojokerto Road to Ubaya

Surabaya - 7 Maret, satu lagi nih sekolah yang berkunjung ke Ubaya yaitu SMA Taruna Nusa Harapan (TNH) Mojokerto. Ubaya dengan senang hati menyambut kunjungan dari sekolah tersebut. Rombongan terdiri dari 90 siswa kelas 11 dan empat orang guru pendamping. Kedatangan mereka disambut oleh Drs. Agus Wijaya., S.Pd., M.M selaku Direktur MPR Ubaya di ruang auditorium hukum Ubaya.

Pak Agus pun dengan senang hati memberikan sambutan kepada mereka. Ia memuji bahwa kualitas siswa-siswi TNH itu unggul. Wow! Makanya, tak heran jika Ubaya begitu senang dengan kunjungan SMA TNH ini. Setelah beberapa sambutan dari pihak Ubaya, tak lupa Pak Agus juga mengundang para Duta Ubaya untuk maju ke depan dan memperkenalkan mereka kepada para siswa. Para Duta Ubaya ini berasal dari berbagai daerah lho. Duta Ubaya yang hadir adalah Putri, Yolanda, Lidya, Willy, Albert Ong, Hans, Maya, Devina, dan Devi. Merekalah yang bertugas mendampingi para siswa untuk melihat-lihat kampus Ubaya.

Sebelum rally campus dilakukan, Kak Jojo (Staff Marketing & Public Relation) menyampaikan sedikit presentasi tentang Ubaya dan kesempatan bagi para siswa untuk bertanya. Rupanya para siswa sudah tidak sabar untuk berkeliling kampus, maka dari itu mereka langsung dibagi per kelompok untuk mengikuti para Duta Ubaya. Selama satu jam lebih mereka diajak untuk berkeliling dan mereka sangat terlihat antusias. “Wow, gedungnya bagus dan menarik,” ungkap Yessica, siswi TNH.

Last Updated ( Wednesday, 13 March 2013 11:59 )

 

<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 19